Berita Terkini

KH. Hartoyo: Literasi Media Multiplatform Bekali Dai MUI Hadapi Hoaks di Era Digital

Rolasan.id Klaten – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, KH. Hartoyo, mengatakan kegiatan literasi media multiplatform dapat membekali para pegiat dakwah dalam bermedia sosial.

Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Literasi Media Multiplatform untuk Kepentingan Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah yang diselenggarakan Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kabupaten Klaten di Aula Masjid Agung Al-Aqsha Klaten, Sabtu (24/10/2026).

Menurut KH. Hartoyo, workshop tersebut sangat penting dan relevan karena menjadi kebutuhan mendesak bagi para dai di era digital saat ini.

“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif Komisi Kominfo MUI Klaten yang menyelenggarakan workshop literasi media multiplatform ini. Ini adalah ikhtiar yang sangat tepat. Dakwah kita tidak boleh tertinggal oleh zaman. Kalau dulu dakwah cukup dari mimbar ke mimbar, sekarang harus dari mimbar ke medsos,” ujar KH. Hartoyo.

Ia menegaskan bahwa tantangan dakwah saat ini bukan hanya soal menyampaikan kebenaran, tetapi juga melawan banjirnya informasi hoaks, ujaran kebencian, dan penipuan yang mengatasnamakan agama.

“Kita prihatin masih ada masyarakat kita yang tertipu modus pengobatan dengan ritual sembelih kambing dengan biaya puluhan juta. Ini terjadi karena literasi media umat kita masih lemah dan literasi keagamaan kita belum menyentuh ruang digital secara maksimal. Kehadiran dai-dai MUI yang melek digital dengan konten Islam Wasathiyah yang menyejukkan adalah solusinya,” tegasnya.

Ia berharap melalui workshop tersebut akan lahir dai-dai MUI yang cakap digital.

“Islam Wasathiyah itu Islam yang tengah, adil, seimbang, dan toleran. Pesan inilah yang harus kita viralkan di medsos untuk melawan narasi-narasi ekstrem dan adu domba. Saya berpesan kepada seluruh peserta, satu hari satu konten kebaikan untuk umat. Mari kita isi ruang digital Klaten dengan dakwah yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kabupaten Klaten, H. Moch. Isnaeni, mengatakan workshop ini dinilai sangat penting bagi para dai dan pengurus MUI untuk menguatkan pemahaman terkait literasi media multiplatform di era disrupsi informasi.

“Saat ini umat mencari rujukan agama bukan lagi hanya di mimbar masjid, tapi juga di TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube. Jika ruang digital ini tidak diisi oleh dai-dai yang membawa pesan Islam Wasathiyah yang sejuk, moderat, dan toleran, maka akan diisi oleh konten provokatif dan hoaks berkedok agama. Oleh karena itu, dai MUI harus naik kelas menjadi dai multiplatform,” jelas Isnaeni.

Menurutnya, Islam Wasathiyah dengan prinsip Tawassuth (tengah-tengah), Tawazun (seimbang), Tasamuh (toleran), dan I’tidal (adil) harus menjadi ruh dari setiap konten dakwah di media sosial.

“Kami ingin setelah workshop ini, para peserta mampu membuat satu pesan dakwah yang bisa disebar dalam banyak pintu, baik melalui WA Group untuk jamaah sepuh, Facebook, maupun Reels dan TikTok untuk generasi muda. Ini yang kita sebut One Message Multi Platform,” tambahnya.

Workshop yang menghadirkan Ketua FKUB Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi dengan materi “Konten Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah” dan pegiat media sosial Fredi Pratama, S.Ak dengan materi “Literasi Media Multiplatform Untuk Kepentingan Dakwah” ini diikuti 90 peserta yang terdiri dari pengurus MUI Kecamatan, ketua-ketua Komisi MUI Kabupaten Klaten, dan undangan lainnya.

Panitia berharap workshop ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan “Dai Wasathiyah Klaten Melek Digital” yang mampu membendung hoaks dan penipuan berkedok agama.
(moch isnaini/red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button