Malam Tirakatan di Griya Sendang Asri Klaten Diwarnai Pentas Dolanan Anak, Lestarikan Budaya Tradisional

Rolasan.id Klaten – Dalam rangka menyambut malam tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga Perumahan Griya Sendang Asri, Mojayan, Klaten Tengah menggelar pentas seni dolanan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan budaya tradisional kepada generasi Z.
Acara yang digelar di lingkungan perumahan tersebut berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional yang jarang mereka temui di era digital saat ini.
Ketua Panitia Pelaksana Malam Tirakatan Pradintra mengatakan, konsep kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita selenggarakan malam tirakatan dengan konsep mengembalikan atau ingin melestarikan budaya dolanan anak-anak. Karena selama ini anak-anak mungkin sudah tidak pernah melihat dolanan anak-anak tempo dulu,” kata Pradintra.
Menurutnya, di tengah gempuran gadget dan game online, anak-anak saat ini mulai jauh dari permainan tradisional yang dulu menjadi bagian dari masa kecil.
Lebih lanjut Pradintra berharap melalui kegiatan ini anak-anak bisa lebih mengenal dan mencintai budaya bangsa.
“Semoga dengan kegiatan yang dilaksanakan ini anak-anak bisa mengenal lebih jauh budaya tradisional. Dengan mengenal, semoga bisa melestarikannya,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat meminimalisir ketergantungan anak pada gadget.
“Paling tidak bisa meminimalisir kegiatan bermain gadget atau bermain handphone. Mungkin juga belum mengerti bahwa dalam permainan melalui gadget tersebut beberapa berdampak negatif,” jelasnya.
Dalam pentas seni tersebut, anak-anak diajak memainkan berbagai dolanan tradisional seperti cublak-cublak suweng, engklek, gobak sodor, dan jamuran. Sambil bermain, mereka juga diingatkan tentang makna kemerdekaan dan jasa para pahlawan.
“Harapan kami, semoga dengan kegiatan ini selain mengenang jasa-jasa para pahlawan, juga khusus untuk anak-anak bisa mengenal dan ikut melestarikan budaya tradisional seperti cublak-cublak suweng dan yang lainnya,” pungkas Pradintra
Kegiatan malam tirakatan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan bisa diisi dengan cara sederhana namun bermakna, yaitu dengan menanamkan nilai budaya dan kebersamaan sejak usia dini.
(fat)