Berita Terkini

Kades Drono Terima Mahasiswa UIN RM Said Surakarta, Siap Sinergi Wujudkan Desa Berdaya

Rolasan id Klaten. ~ Sebanyak 28 mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta resmi diserahkan ke Pemerintah Desa Drono, Ngawen, Klaten, Jateng. Prosesi penyerahan berlangsung di Balai Desa setempat yang di hadiri Kepala Desa Drono, Mukti Cahyono, S.T, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),M. Rofiq Junaidi, M.Hum dan para mahasiswa, Jumat (26/6/2026).

Penyerahan di tandai dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis dari Dosen Pembimbing Lapangan UIN RM Said Surakarta kepada Kepala Desa Drono. Turut disematkan atribut KKN sebagai tanda dimulainya masa pengabdian selama 40 hari kedepan.

Menurut keterangan Kepala Desa Drono, Mukti Cahyono, S.T, mengatakan bahwa penyerahan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta seyogyanya pada hari Senin 22 Juni kemarin, di karenakan pada waktu itu ada acara bersamaan, jadi acara penyerahan mahasiswa KKN ini baru dilaksanakan hari ini.

“Program KKN Mahasiswa UIN RM Said kelompok 201-202 penyerahan seharusnya hari Senin kemarin, namun karena ada acara, maka baru pada hari ini Jumat dilaksanakan,” kata Mukti

Dikatakan para mahasiswa KKN UIN RM Said ini sudah melakukan survei kelapangan, selanjutnya mereka akan melakukan action untuk melaksanakan kegiatan untuk menularkan ilmunya kepada warga masyarakat Desa Drono.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UIN RM Said kelompok 201 dan 202, M. Rofiq Junaidi, M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Drono yang telah menerima dan memfasilitasi mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang mengabdi atau KKN di Desa Drono.

“Beberapa program yang akan dilaksanakan para mahasiswa KKN di Desa Drono ini diantaranya adalah pemberdayaan ekonomi kreatif terkait dengan UMKM, karena di desa ini termasuk punya potensi dan akan difokuskan disana nanti,” ujarnya

Selain dari itu juga program yang lain seperti membantu digitalisasi untuk pengarsipan desa, juga progam setiap hari belajar mengaji sore di TPA mulai dari anak anak hingga lansia, imbuhnya.

“Selanjutnya kami juga ada program membuka pengajaran baca tulis latin bagi yang masih buta huruf dan ini sudah kami maping, juga sudah kami siapkan blue printnya, mudah mudahan selama 40 hari kedepan minimal program bisa tercapai,” pungkasnya
(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button