Berita Terkini

Cegah Kecelakaan Pelajar, SMPN 1 Kalikotes Gandeng Polsek Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas

Rolasan.id Klaten – Dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban, SMP Negeri 1 Kalikotes berkolaborasi dengan Polsek Kalikotes menggelar Sosialisasi Keamanan dan Ketertiban diantaranya keselamatan berlalu lintas. Kegiatan dilaksanakan di aula sekolah setempat, Sabtu (22/8/2026) dengan menghadirkan seluruh orang tua/wali murid kelas VII hingga IX.

Sosialisasi ini digelar menyusul maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala SMPN 1 Kalikotes Anik Ariastuti, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini sengaja digelorakan kembali karena keprihatinan terhadap kondisi di lapangan.

“Sosialisasi seperti ini sudah pernah kami lakukan, dan ini digelorakan lagi karena beberapa pekan ini ada beberapa kecelakaan yang melibatkan pelajar. Untuk itu pihak sekolah berkolaborasi dengan pihak kepolisian agar kejadian kecelakaan itu paling tidak bisa berkurang,” jelas Anik.

Ia menegaskan sekolah memiliki aturan tegas terkait siswa yang berangkat ke sekolah. “Ada larangan bagi siswa berangkat sekolah membawa sepeda motor sendiri. Jika memang terpaksa membawa sendiri harus tertib berlalu lintas seperti pakai helm dan lainnya,” tegas Anik.

Lebih lanjut, Anik juga menekankan konsekuensi hukum. “Jika memang terpaksa membawa motor sendiri ya harus taat berlalu lintas. Dan itupun jika terjadi kecelakaan 0 km sekolah tidak punya tanggung jawab karena ini sudah kami sampaikan ke orang tua atau walinya,” ujarnya.

Untuk menertibkan, pihak sekolah bersama tim penegak disiplin akan melakukan tindakan tegas di lingkungan sekolah.

“Ketika siswa itu membawa sepeda motor sendiri dan kedapatan tidak memakai helm, tim penegak dari pihak sekolah akan menindak dengan mengempeskan angin ban,” tambah Anik.

Langkah ini diharapkan memberi efek jera sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya keselamatan.

Kapolsek Kalikotes Iptu Sumadi dalam paparannya mengingatkan kepada orang tua dan wali murid bahwa usia SMP belum cukup umur untuk memiliki SIM C.

“Kami mendukung kebijakan sekolah agar anak tidak membawa motor sendiri ke sekolah. Selain usia dan belum punya SIM, tentunya secara kondisi psikologis dalam berkendara masih kurang matang,” jelas Iptu Sumadi.

Ia menambahkan, memberikan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur justru berisiko tinggi. Selain rawan kecelakaan, orang tua juga bisa terkena sanksi hukum apabila terjadi pelanggaran.

Polsek Kalikotes berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan pengawasan di jam-jam masuk dan pulang sekolah, khususnya di jalur rawan kecelakaan.

Dalam sosialisasi tersebut, baik pihak sekolah maupun kepolisian menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak. Pengawasan bersama antara sekolah, kepolisian, dan orang tua/wali harus terus ditingkatkan agar kedisiplinan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, bisa tercapai.

“Anak-anak kita adalah tanggung jawab bersama. Mari kita antar jemput jika memungkinkan, atau gunakan kendaraan umum. Keselamatan anak lebih penting dari sekadar kepraktisan,” pesan Iptu Sumadi.

Dengan adanya sosialisasi ini, SMPN 1 Kalikotes berharap angka kecelakaan pelajar dapat ditekan dan budaya tertib berlalu lintas bisa tumbuh sejak dini.
(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button