500 Penari Ramaikan “Gantiwarno Menari”, Peringati HUT ke-222 Klaten dan HUT RI ke-81

Rolasan.id Klaten – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kecamatan Gantiwarno menggelar ajang kreativitas seni budaya bertajuk “Gantiwarno Menari”. Pertunjukan digelar di sepanjang jalan depan Kantor Kecamatan Gantiwarno, Rabu (29/7/2026) pagi.
Ketua Panitia Pelaksana “Gantiwarno Menari” Suraji menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memeriahkan Hari Jadi Klaten dan menyambut HUT RI. Selain itu juga untuk melestarikan seni budaya tari tradisional yang hidup di masyarakat Gantiwarno dan Indonesia pada umumnya.
“Ajang Gantiwarno Menari hari ini diikuti sekitar 500 penari dari beberapa sanggar tari dan siswa-siswi mulai dari SD, SMP/MTs, sampai SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Kecamatan Gantiwarno,” jelas Suraji.
Camat Gantiwarno Veronica Retno Setyaningsih, SKM., MMR., menyampaikan, awalnya kegiatan yang direncanakan adalah senam sehat bersama. Namun setelah mendapat masukan dari tokoh masyarakat, dan melihat kesenian tari tradisional serta tayub tumbuh subur di Gantiwarno, akhirnya digelar pertunjukan tari massal.

“Acara ‘Gantiwarno Menari’ hari ini diikuti lebih dari 500 penari yang berasal dari sanggar seni tari dan hampir seluruh sekolah di Kecamatan Gantiwarno,” ungkap Veronica.
Pada acara ini ditampilkan berbagai jenis tari, di antaranya Jathilan, Jaran Kepang, Tayub, Gambyong, dan lainnya.
Veronica juga menambahkan, pihaknya mengundang Panewu Kapanewon Gedangsari dan Kepala Desa Serut dari Gunungkidul. Hal ini mengingat wilayah Gantiwarno berbatasan langsung dengan Gunungkidul, dan seni tayub menjadi hiburan tersendiri bagi warga kedua wilayah.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Klaten Purwanto yang hadir mewakili Bupati Klaten mengapresiasi penyelenggaraan “Gantiwarno Menari”.
“Penyelenggaraan ini patut didukung. Selain untuk memeriahkan HUT Klaten ke-222 dan HUT RI ke-81, juga sebagai ajang mengenalkan seni budaya tari tradisional kepada generasi muda,” kata Purwanto.
“Setelah melihat secara langsung ternyata potensi seni budaya tradisional di Kecamatan Gantiwarno cukup besar. Ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri jika saja seni budaya tari, khususnya seni tayub, bisa lebih maju dan berkembang,” ujarnya.
(fat)