Berita Terkini

Ratusan Relawan LautMU 1912 Klaten Latihan PPGD, Siap Jadi Garda Terdepan Penyelamat Nyawa

Rolasan.id Klaten – Ratusan anggota Komunitas Mobil Layanan Umat (LautMU) 1912 Klaten mengikuti pertemuan rutin sekaligus simulasi Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) di De Wangen, Ketjeh Resto, Kecamatan Polanharjo, Ahad (8/11/2026).

Kegiatan yang diikuti anggota dari 26 cabang se-Kabupaten Klaten ini mengusung semangat “Sigap, Cepat, Tepat, dan Terampil dalam Menyelamatkan Nyawa”. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta keterampilan anggota dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat medis di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus LautMU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Polanharjo, Pimpinan Cabang Aisyiyah, serta Muspika Polanharjo.

Dalam sambutannya, Warih Wigati menyampaikan apresiasi sekaligus selamat datang kepada seluruh jajaran komunitas LautMU 1912 Klaten di wilayah Polanharjo. Ia menyebut Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai peran dan kontribusi nyata bagi perjalanan pemerintahan.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini, bukan sekadar berkumpul, namun juga memperkuat konsolidasi. Harapannya komunitas ini senantiasa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berkolaborasi mengembangkan potensi yang ada demi kebaikan bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCM Polanharjo, Yulianto, menyampaikan bahwa keberadaan ambulans Muhammadiyah merupakan bukti nyata kontribusi Muhammadiyah di bidang sosial, sekaligus wujud konkret ajaran Al-Ma’un yang diusung oleh pendirinya, KH. Ahmad Dahlan.

“Ajang ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sarana silaturahmi dan sinergitas. Sinergi sangat diperlukan dalam pelayanan. Momen ini juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan. Kita pastikan LautMU senantiasa memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan siapa pun,” ujarnya.

Ketua LautMU Klaten, Hardiyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan ke-23 yang melibatkan 26 cabang se-Klaten.

“Simulasi ini merupakan tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Kami berharap seluruh anggota LautMU tidak hanya memahami secara teori, tetapi benar-benar terampil dalam penanganan gawat darurat saat berada di lapangan,” kata Hardiyono.

Dalam sesi simulasi, peserta mendapatkan materi langsung dari dr. Rendra (DMC RSU PKU Muhammadiyah Delanggu), yang mencakup pengenalan kondisi kegawatdaruratan, pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan korban kecelakaan, teknik evakuasi dan pemindahan korban, hingga praktik langsung penanganan pasien gawat darurat.

“Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan masing-masing, sehingga LautMU senantiasa dapat menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian,” pungkasnya.

(adam widodo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button