Kadarwati Gelar Sarasehan Pengawasan Perda, Ajak Warga Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Rolasan.id Klaten – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati, menggelar sarasehan Peningkatan Kualitas Pengawasan Perda dengan tema “Mengolah Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai Ekonomi” di Gedung Pertemuan Desa Ngaran, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Kamis (15/10/2026).
Dalam paparannya, Kadarwati mengingatkan agar persoalan sampah tidak dianggap sepele karena dampaknya bisa serius. Membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan berpotensi menyebabkan kebakaran.
“Musim kemarau ini terbilang ekstrem, panasnya luar biasa. Sampah yang dibuang mudah kering dan tentunya mudah terbakar. Wilayah Ceper menjadi salah satu daerah yang perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan maupun potensi kebakaran,” kata Kadarwati.
Ia berpesan agar warga tidak meninggalkan pembakaran sampah sebelum api benar-benar padam.
“Jika membakar sampah harus ditunggu, jangan sampai ditinggal. Pastikan jika mau ditinggal, api benar-benar sudah padam,” ujarnya.
Menurut Kadarwati, langkah yang lebih bijak adalah memilah sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik, agar mudah dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.
“Lebih bijaksana jika sampah itu dipilah dan dipilih berdasarkan jenisnya, seperti organik dan anorganik, agar lebih mudah dimanfaatkan dan berpotensi memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau maggot untuk pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Galon air bekas ukuran besar misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai media tanam cabai, terong, dan tanaman lainnya.
Sementara itu Camat Ceper Aris Munandar mengatakan, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang penghasilan.
“Pengelolaan sampah bisa dimulai dari keluarga dengan memilih dan memilah dengan benar, nantinya akan bernilai ekonomis. Untuk itu harapan kami masyarakat semakin peduli terhadap sampah,” ujar Aris.
Lebih lanjut Aris mengingatkan, karena sudah memasuki bulan Oktober dan diperkirakan akan segera memasuki musim penghujan, pemerintah dan masyarakat perlu mengantisipasi penyumbatan saluran air akibat sampah.
(fat)
