Unwidha Klaten Lepas 268 Mahasiswa KKN, Lokasi Baru Merambah Boyolali

Rolasan.id Klaten – Universitas Widya Dharma Klaten menggelar upacara penerjunan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata/Kuliah Kerja Tematik KKN/KKT tahun 2026. Kegiatan berlangsung di lapangan kampus setempat, Kamis (30/7/2026).
Pelepasan secara simbolis dilakukan Rektor dengan pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa. Turut mendampingi para wakil rektor dan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan yang sekaligus menyerahkan jaminan asuransi bagi peserta selama mengikuti KKN.
Mulai tahun 2026, Unwidha Klaten memperluas lokasi KKN/KKT hingga ke luar Kabupaten Klaten. Tahun ini jangkauan meluas hingga Kabupaten Boyolali. Rencananya tahun depan akan diperluas lagi ke Kabupaten Gunungkidul.
Ketua LPPM Unwidha Klaten Dr. H. Warsito, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan, peserta KKN tahun 2026 diikuti 268 mahasiswa dengan pendampingan 21 Dosen Pembimbing Lapangan.
Dari 268 mahasiswa tersebut terbagi dalam 21 kelompok yang tersebar di 12 desa dari 3 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Selo dan Cepogo, Kabupaten Boyolali, serta Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.
“Peserta terbanyak ada di Kecamatan Cepogo dengan 13 kelompok di 6 desa. Desa Srumbung 3 kelompok, Desa Paras, Mliwis, Cepogo, Genting dan Sukabumi masing-masing 1 kelompok. Di Kecamatan Selo ada 4 desa, yaitu Desa Selo dan Samiran masing-masing 2 kelompok, Desa Lencok dan Jrakah masing-masing 1 kelompok. Sementara di Kecamatan Kalikotes ada 2 desa, Desa Jimbung dan Jogosetran masing-masing 1 kelompok,” kata Warsito.

Rektor Unwidha Klaten Prof. Triyono mengatakan, KKN/KKT merupakan bagian penting untuk meningkatkan peran civitas akademika dalam memberi dampak kepada masyarakat. Sekaligus menjadi sarana mensosialisasikan keberadaan kampus dan keunggulan yang dimiliki.
“Berdasarkan evaluasi, mulai tahun ini Unwidha terus berupaya meningkatkan jangkauan lokasi KKN. Tidak hanya di Kabupaten Klaten, tetapi juga menjangkau wilayah lain seperti Kabupaten Boyolali. Ke depan kita akan jangkau Kabupaten Gunungkidul,” terang Prof. Triyono.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, Unwidha bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk meng-cover seluruh mahasiswa peserta KKN, panitia, dan DPL sebagai peserta tertanggung selama pelaksanaan KKN.
“Pesan kami kepada peserta KKN/KKT, jaga nama baik Unwidha selama di tempat kegiatan. Karena masyarakat tidak mengenal jurusan, yang dikenal adalah mahasiswa Unwidha,” pesan Prof. Triyono.
(fat)