Audiensi Dirut BPJS Kesehatan Dengan RS Muhammadiyah, Aisyiyah Jateng Dan DIY Upaya Tingkatkan Kerjasama

Rolasan.id Klaten. ~ Pada hari Jumat (29/5/2026) bertempat di aula pertemuan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu berlangsung kegiatan Audiensi Direktur Utama BPJS Kesehatan: Upaya Mempererat Kerjasama BPJS Kesehatan Dengan RS Muhammadiyah Dan Aisyiyah Jawa Tengah dan DIY.
Menurut keterangan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag mengatakan bahwa hari ini gelar forum dialog (audiensi) masal, bahwa Muhammadiyah punya banyak rumah sakit dan sebagian besar bahkan semua bekerjasama dengan BPJS, ini bagian upaya perlantar kerjasama Muhammadiyah dengan BPJS Kesehatan, dan di forum ini bisa berdialog dengan Dirut BPJS Kesehatan yang baru agar supaya mungkin hambatan hambatan, kesulitan kesulitan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.
“Apresiasi terhadap Dirut BPJS Kesehatan yang baru telah berkenan hadir bersilahturahmi ke rumah sakit kami, sehingga hadir para Direktur RS Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah dan DIY, serta para Ketua MPKU dan RS Muhammadiyah setempat untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Tafsir
Lebih lanjut Tafsir mengatakan semoga dengan forum ini hambatan hambatan yang terjadi di RS Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Tengah dan DIY bisa diurai masalahnya sehingga bisa berjalan dengan lancar.
“Hambatan itu sering karena beda persepsi antara kita dengan pihak BPJS lalu beda klaim, menurut kita sekian menurut BPJS sekian, menurut kita masuk menurut mereka tidak masuk dan ini yang sering terjadi, dan ini yang harus diharmoniskan, kita selaraskan sehingga tidak ada lagi pertentangan dan perbedaan persepsi antara pihak rumah sakit dengan pihak BPJS Kesehatan,” terangnya
Sementara itu Dirut BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp. JP (K), FIHA, M.M.R.S mengatakan kunjungan kali ini dalam rangka mengadakan upaya meningkatkan kerjasama yang pelaksanaan pembiayaan pembiayaan PKU Holding agar lebih mengikuti pedoman yang ada, administrasi yang baik sehingga pelaksanaan pelayanan kesehatan berkualitas yang dibutuhkan peserta itu dapat berjalan dengan lancar dan diusahakan peserta terlindungi secara finansial dengan program ini.
“Muhammadiyah ini mempunyai 136 rumah sakit dan hampir semua bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, mungkin ada yang satu yang belum yakni di Sorong, tapi kalau syarat mutlak dan syarat tehnis terpenuhi akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” jelas Prihati
Dalam kerjasama dengan Faskes terutama kerjasama dengan PKU Muhammadiyah akan senantiasa memegang teguh prinsip prinsip menjaga akses atau membela akses kemudian meningkatkan kualitas dan melaksanakan kegiatan secara efisien dan proteksi pada peserta JKN, imbuhnya
(fat)