Berita Terkini

YJH Klaten Dorong Manasik Haji Bersama Bukan Hanya Upgrade Kesiapan, Namun Juga Momentum Merawat Ukhuwah

Rolasan.id Klaten – Sekretaris Umum Yayasan Jamaah Haji (YJH) Klaten, Drs. H. Sunarto.M.Hum pelaksanaan Manasik Haji Bersama Terintgegrasi yang dilaksanakan pada penyelenggaraan rukun islam yang kelima tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai sarana untuk mengupgrade kematangan bekal para calon tamu Allah, lebih dari itu kegiatan ini juga sebagai upaya merawat jalinan ukuhuwah Islamiyah.

Hal tersebut disampaikan disela pelaksanaan bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten dan Kecamatan untuk musim haji 1447 H (2026 M) yang diselenggarakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Kantor Kementrian Haji dan Umroh, Yayasan Jamaah Haji Klaten, Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Klaten, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) dan Forum KBIHU di Kabupaten Klaten pada 10-12 Februari 2025.

“Penyelengaraan manasyik calon haji bersama ini sekaligus meneruskan para pendiri Yayasan Jamaah Haji Klaten , yang saat itu belum ada IPHI, sekarang kegiatan manasik bersama ini tata kelola semakin nyata dirasakan para calhaj, menguatkan kebersamaan seluruh komponen yang terkait dengan pelayanan ibadah haji khususnya di Kabupaten Klaten”,katanya, Rabu (11/2/2026)

Diharapkan momentum kebersamaan para calhaj ini terus terjaga sampai pada waktu pelaksanaan rukun, wajib dan Sunnah haji di tanah suci, sebagai salah satu kunci sukses dalam pelaksanaan rukun islam kelima bagi para calon tamu Allah yang akan diberangkatkan tahun ini.

“Kunci sukses ibadah haji di Tanah Suci terletak pada kombinasi niat tulus ikhlas karena Allah, pemahaman manasik yang benar (sesuai tuntunan Rasulullah), kesabaran tinggi menghadapi padatnya jemaah dan cuaca panas, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Fokus pada ibadah, perbanyak dzikir/doa, dan menjaga lisan dari perkataan sia-sia adalah kunci meraih haji mabrur”,ujarnya.

Ketua Yayasan Jamaah Haji ( YJH ) Kabupaten Klaten Ir. H. Rofiq Muttaqien dalam sambutannya pada pembukaan bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten dan Kecamatan untuk musim haji 1447 H (2026 M) menyebut Bekal fisik sangat diperlukan oleh calon jemaah haji karena ibadah haji pada hakikatnya adalah ibadah fisik (badaniyah) yang menuntut stamina prima, daya tahan tubuh yang kuat, dan kesehatan yang stabil selama berhari-hari di Tanah Suci.

“Ibadah haji merupakan rangkaian perjalanan panjang yang sangat menguras energy, perjalanan jauh yang memerlukan adaptasi terhadap kondisi geografis, cuaca dengan berbagai resiko yang ada”,ucapnya.

Untuk itu Yayasan Jamaah Haji Klaten yang ikut hadir membersamai para calon haji tahun 2026 dalam kegiatan bimbingan ini perlu memberikan motifasi kepada para calhaj untuk menyiapkan bekal fisik dengan memiliki syarat Istitha’ah (Mampu) yakni Salah satu syarat sah atau kemampuan berhaji adalah sehat jasmani dan rohani. Kebugaran fisik yang baik memastikan jamaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal dan mandiri.

(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button