Berita Terkini

Gelar Sarasehan Nguri Nguri Budaya Tradisional Dan Peringati Hari Ibu, Kadarwati: Bangun Bangsa Melalui Perempuan Dan Kesenian

Rolasan.id Klaten. ~ Dalam rangka nguri nguri Kebudayaan Jawi dan memperingati Hari Ibu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDIP, Kadarwati menggelar Peningkatan Kualitas kebijakan melalui media tradisional, kegiatan yang dilaksanakan berlangsung di gedung pertemuan Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jateng Jumat (19/12/205), media ini menjadi wadah dialog langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat secara partisipatif

Untuk menyemarakkan kegiatan peningkatan kualitas kebijakan melalui media tradisional ini dengan menghadirkan dalang yang cukup kondang di wilayah Kabupaten Klaten yakni Ki Tri Harni Sugondo yang juga merupakan pensiunan anggota Polri

Menurut Kadarwati perempuan bukan hanya sekedar pelengkap saja, justru sebagai pondasi utama dalam keberlangsungan bangsa, dari perempuan lahirlah generasi generasi penerus masa depan negara

“Bisa kita lihat bahwa perempuan merupakan pilar utama, jika ada pemimpin yang berhasil tentunya disitu ada seorang pendamping yang kuat ikut serta dalam mensukseskan, nah pendamping itu seorang istri (perempuan), selain itu dari rahim serta didikan seorang ibu lahirlah generasi yang akan menentukan hidup matinya bangsa,” kata Kadarwati

Lebih lanjut Kadarwati menambahkan, untuk membangun bangsa selain peran perempuan juga dapat lewat media budaya tradisional seperti wayang, campursari dan yang lainnya

“Dapat kita ambil contoh budaya tradisional, seperti wayang kulit ini bukan hanya sekedar hiburan saja didalamnya terdapat pelajaran moral, kebijaksanaan dan yang lain,” ungkapnya

Kadarwati menegaskan pentingnya peran media tradisional, karena banyak hal hal yang didalamnya mengajak masyarakat kepada kebaikan dengan gambaran gambaran didalam pertunjukan baik itu wayang kulit, campursari, kesenian tari dan sebagainya

“Mari kita jaga kelestarian budaya tradisional, karena budaya tradisional adalah hasil dari para leluhur yang tidak boleh dibiarkan punah, kalau bukan kita yang merawat budaya sendiri, siapa lagi, dari budaya tumbuh rasa kebangsaan dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkasnya
(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button