Dapat Lampu Hijau, PDAM Klaten Akan Sedot Air Dari Umbul Cokro Untuk Ribuan Pelanggan
Rolasan.id Klaten. ~ Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Tirta Merapi Kabupaten Klaten pada akhir tahun 2023 berhasil mendapatkan ijin dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk pemanfaatan mata air ingas Cokro dengan debit air 130 liter perdetik, rencana awal kegunaan air tersebut untuk pelayanan ke wilayah timur seperti Kecapean Ceper, Bayat, Karangdowo, Cawas dan sekitarnya
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Kabupaten Klaten, Irawan Margono melalui Direktur Teknik, Sigit Setyawan Bumantoro, Kamis (31/7/2025) di ruang kerjanya
Menurutnya, rencana awal penggunaan air dari mata air ingas Cokro untuk wilayah timur Kabupaten Klaten, setelah dikaji wilayah timur itu sebagian sudah terlayani, sementara di wilayah kota sudah tidak ada potensi lagi setelah dihitung hitung mata air itu ditarik ke wilayah kota
“Pertimbangan kami karena wilayah kota air yang mengalir sudah sedikit (itir itir (jw)), dengan pasokan air itu diharapkan bisa kembali normal,” jelasnya
Lebih lanjut Sigit menjelaskan pertimbangan pada waktu itu disampaikan kepada Bupati Sri Mulyani ( saat itu) dan Bupati Hamenang (saat ini) mendukung jaringan air dari mata air ingas Cokro untuk pasokan di wilayah kota agar alirannya lebih stabil atau normal
Dijelaskan jarak mata air ingas Cokro sampai ke kota kurang lebih 13 kilometer, dan pekerjaan sambungan jaringan air itu bukanlah pekerjaan yang mudah atau ringan, karena harus melewati jalan raya dan sebagainya dan setiap galian yang sudah terpasang untuk segera ditutup kembali agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan
“Air yang berasal dari mata air ingas Cokro yang akan ditarik ke kota sekitar 50 liter perdetik, ini akan digunakan untuk perbaikan layanan di wilayah Klaten Utara dan Klaten Tengah,” ungkapnya
Untuk diketahui jumlah pelanggan PDAM Tirta Merapi Kabupaten Klaten untuk wilayah kota sekitar 22.000 pelanggan sedangkan total keseluruhan di wilayah Kabupaten Klaten sekitar 53.000 pelanggan yang dilayani dari 10 mata air dan 11 sumur dalam
“Dengan adanya tambahan pasokan air ini, diharapkan untuk pelayanan tercukupi, karena indikator pelayanan yang baik itu dilihat dari sisi kualitas dan kwantitas, manakala air itu ada dan alirannya lancar,” harap Sigit
(fat))

