Rolasan.id Klaten. ~ National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Klaten menggelar Pemanduan Bakat Olahraga Disabiltas atau Talent Scouting Atlet yang bekerjasama dengan NPCI Provinsi Jawa Tengah. Hal ini sebagai sarana membuka peluang bagi kaum disabilitas untuk dibina menjadi atlit profesional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung KONI Kabupaten Klaten Ahad (2/7/2023), tampak hadir dalam acara antara lain anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi E, Anton Lami Suhadi dan Yudi Indras Wiendarto, Kabid Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Isnanto Hadi, perwakilan Dinsos P3AKB Pemkab Klaten Titis, Ketua NPCI Klaten Parwanto dan tamu undangan lainnya.

Ditemui usai acara anggota DPRD Provinsi Jateng Komisi E Anton Lami Suhadi kepada media ini mengatakan, dirinya yang dari Komisi E, yang salah satunya membidangi olahraga, dan olahraga ini dibagi menjadi dua yakni olahraga yang dibawah KONI dan NPCI.

“Kami hadir disini untuk memberikan motivasi dan mendorong agar para atlit penyandang disabiltas yang dibawah naungan NPCI berperan baik dan saat ini juga mencari atlit atlit terbaik di masing masing kabupaten.” Ungkap legislator dari Partai Golkar tersebut

Dirinya menambahkan kegiatan seperti saat ini diadakan di lima belas kabupaten, dan pada tahun 2022 sebanyak 20 cabang olahraga juga dilaksanakan di Kabupaten Klaten

“Di Kabupaten Klaten banyak potensi salah satunya untuk atletik, panahan itu menjadi perhatian, dan mereka ( kaum disabiltas) tidak dibeda bedakan, kita beri motivasi agar tidak rendah diri.” Jelas Anton Lami Suhadi

Dirinya juga berpesan kepada orang tua yang memiliki anak penyandang disabiltas tidak usah malu, karena masing masing mempunyai potensi sendiri.

Ditempat yang sama Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi NPCI Jateng Slamet mengatakan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan NPCI Klaten dalam rangka mencari atlit disabiltas yang berpotensi untuk dikembangkan dan dibina di bidang olahraga.

“Alhamdulillah banyak anak anak disabiltas yang hadir untuk mengikuti Pemanduan Bakat Olahraga Disabiltas dan apabila berpotensi untuk dikembangkan, kedepan mereka yang berpotensi akan direkomendasikan untuk dibina agar bisa berprestasi.” Ujar Slamet
( fat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *