Berita Terkini

Renungan Kebangsaan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati: Jangan Sekali Kali Melupakan Sejarah

Rolasan.id Klaten. ~ Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDIP, Kadarwati menggelar acara Renungan Kebangsaan, kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman pribadi di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jateng Minggu (17/5/2026).

Dalam acara ini menghadirkan para simpatisan, kader, Pengurus Anak Cabang dan Pengurus Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kecamatan Trucuk, juga turut diundang tokoh masyarakat dan Kepala Desa Jatipuro.

Kadarwati dalam sambutannya mengatakan hendaknya semua orang itu selalu “Jasmerah”, jangan sekali kali melupakan sejarah, yang terjadi di dalam kehidupan manusia itu membutuhkan proses dan perjuangan, tidak serta-merta langsung besar, semua mulai dari yang terkecil kemudian berproses sehingga menjadi besar.

Kemerdekaan Indonesia itu melalui proses yang panjang, butuh perjuangan jiwa dan raga, walaupun sudah merdeka yang memiliki wilayah, memiliki rakyat dan memiliki pemerintahan, Negara Republik Indonesia masih butuh pengakuan dari negara lain di dunia, itulah yang dikatakan proses negara ini merdeka bukan hadiah dari penjajah melainkan dari perjuangan dari anak bangsa.

Sama halnya dengan keberadaan PDI Perjuangan, partai ini juga dimulai dengan perjuangan, pada zaman Orde Baru pasti politik hanya ada tiga yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pada tahun 1996 rakyat berkeinginan ada perubahan kepemimpinan di PDI, rakyat menginginkan putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri tampil memimpin PDI, namun rupanya keinginan rakyat tersebut tidak dikehendaki, pemerintah pada waktu itu mendukung kepemimpinan PDI dijabat Suryadi daripada Megawati, dan terjadilah peristiwa 27 Juli 1996. Didaerah munculah gerakan gerakan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap Megawati untuk memimpin PDI. Munculah gerakan di Solo Raya ada Barisan Pendukung Megawati (BPM), Srikandi dan yang lain.

“Khusus untuk wilayah Klaten, gerakan masyarakat mendukung Megawati itu lahir di Dukuh Gesing, Desa Jatipuro, Trucuk, Klaten yang di pelopori oleh Citro Pawiro yang saat itu merupakan Koordinator Desa (Kordes) PDI di Desa Jatipuro, dari desa ini kemudian gerakan pendukung Megawati menyebar ke seluruh wilayah Kabupaten Klaten,” katanya

Dijelaskan di bidang ideologi, sosok Citro Pawiro adalah seorang yang berjiwa nasionalisme tulen dan seorang Pancasilais sejati, dengan dibuktikan kepada setiap orang yang bertamu dirumahnya dirinya selalu menjelaskan tentang Pancasila, selain itu dirinya tak segan segan rela berkorban merogoh kantong pribadinya untuk memenuhi kebutuhan warga disekitar tempat tinggalnya, bahkan rela membeli tanah dengan uang pribadi demi membuatkan jalan tembus bagi warga masyarakat di desanya.

Untuk mengenang perjuangan Citro Pawiro ini, setelah acara renungan Kebangsaan selesai, Kadarwati dan rombongan berziarah ke makam Citro Pawiro di Dukuh Gesing, sebagai informasi bahwa Citro Pawiro merupakan orang tua kandung dari Kadarwati dan kakek dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.
(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button