Yayasan Merah Putih Peduli Launching SPPG Ngemplak Karangnongko Jamin Pasokan Higienis Dan Bergizi
Rolasan.id Klaten. ~ Yayasan Merah Putih Peduli kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ketiga di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten Jateng pada Selasa (12/1/2026) sekaligus dilakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara antara SPPG Ngemplak, Karangnongko dengan penerima manfaat yakni 28 sekolah yang ada di wilayah kecamatan Karangnongko
Peresmian tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Titin Windyarsih yang mewakili Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, pada kesempatan itu Titin mengucapkan selamat atas diresmikannya SPPG Ngemplak yang akan melayani penerima manfaat dari program makan bergizi gratis
Dijelaskan SPPG ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi asupan gizi siswa saja, akan tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui penyediaan bahan pangan dari sumber diwilayah tersebut
“Guna pemenuhan bahan bisa diambilkan dari warga masyarakat lokal, misal untuk kebutuhan beras bisa didapat melalui dengan cara membeli beras dari petani lokal,” jelas Titin
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Merah Putih Peduli, Hartono mengatakan bahwa peresmian SPPG ketiga yang berada dibawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli setelah SPPG Pacing Kecamatan Wedi dan SPPG Gombang Kecamatan Cawas yang telah beroperasional
Menurutnya bahwa kedepan Yayasan Merah Putih Peduli masih ada tiga SPPG yang akan segera beroperasi, karena yayasan telah mengambil enam titik diwilayah Kabupaten Klaten
“SPPG Ngemplak Karangnongko ini dioperasikan oleh sekitar 45 relawan, kerjasama dengan penerima manfaat ini mencakup jaminan kualitas dan rantai pasokan makanan yang higienis serta bergizi,” ujar Hartono
Selain itu Hartono juga menegaskan bahwa SPPG yang berada dibawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli seluruhnya memiliki laboratorium untuk menguji keamanan makanan itu layak apa tidak sebelum di distribusikan ke tempat penerima manfaat
“Seluruh menu makanan yang telah matang sebelum didistribusikan terlebih dahulu dilakukan test atau diuji oleh tim ahli apakah makanan tersebut berbahaya atau layak, jika ternyata makanan itu mengandung zat yang berbahaya maka seluruh makanan itu langsung ditarik, hal ini dilakukan untuk menjamin makanan itu aman saat dikonsumsi,” ungkap Hartono
(fat)
