Respon Karhutla dan Pemanasan Global, 750 Maba Unwidha Klaten Tanam Ratusan Bibit Pangan Pakai Galon Bekas

Rolasan.id Klaten – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten merespons maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta isu pemanasan global dengan aksi nyata. Melalui Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), ratusan mahasiswa baru melakukan gerakan penanaman bibit ketahanan pangan dan penghijauan, Kamis (17/9/2026).
Gerakan ini dilakukan secara simbolis oleh Rektor Unwidha Klaten, Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd., didampingi jajaran pimpinan kampus dengan menanam bibit sayuran. Selanjutnya, penanaman dilakukan para mahasiswa baru secara berkelompok dengan memanfaatkan media tanam dari galon air mineral bekas.
Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap krisis lingkungan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
“Maraknya kasus karhutla di Indonesia bahkan di Kabupaten Klaten dapat memicu pemanasan global karena melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfer dan menghilangkan fungsi pohon sebagai penyerap karbon. Proses pembakaran menghasilkan gas seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) yang memerangkap panas matahari di bumi. Jika dibiarkan, zat polutan tersebut akan mengikis lapisan ozon yang melindungi bumi,” kata Prof. Triyono di lingkungan kampus.
Menurutnya, gerakan penghijauan ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk merawat bumi dari dampak pemanasan global. Sementara penanaman bibit ketahanan pangan sekaligus menjadi edukasi untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Unwidha sangat konsisten terhadap persoalan lingkungan sekaligus mengedukasi pentingnya penguatan program ketahanan pangan nasional,” ucapnya.
Septia, salah satu panitia PKKMB Unwidha Klaten, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa baru terhadap persoalan lingkungan yang banyak disebabkan faktor manusia.
“Banyaknya kejadian pembakaran hutan dan lahan itu disebabkan oleh manusia. Karena dampaknya tidak baik bagi lingkungan, kami melakukan aksi gerakan penghijauan sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ungkapnya.
Uniknya, media tanam yang digunakan adalah galon air mineral bekas. Konsep ini selain ramah lingkungan dan memanfaatkan limbah, juga mudah diterapkan mahasiswa di rumah masing-masing.
Ketua Panitia PKKMB Unwidha Klaten, Beta Yudha Mahindarta, menyatakan gerakan penghijauan di lingkungan kampus ini juga bertujuan mendukung kenyamanan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi di Unwidha.
“Dengan lingkungan kampus yang hijau dan asri, proses belajar mengajar akan lebih nyaman. Ini juga bagian dari membangun karakter mahasiswa yang peduli lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa baru ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni PKKMB, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan kampus dan masyarakat.
(fat)