KONAS Asosiasi FKUB Indonesia di NTT Ditunda Imbas Gempa 7,7 SR Utamakan Kemanusiaan, FKUB Fokus Bantu Korban dan Pemulihan

Rolasan.id Denpasar – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengumumkan penundaan Konferensi Nasional KONAS Asosiasi FKUB Indonesia yang semula dijadwalkan 22 s.d 24 Oktober 2026 di Nusa Tenggara Timur NTT. Jadwal baru belum ditentukan.
Keputusan tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi antara pengurus Asosiasi FKUB Indonesia dengan Pengurus FKUB Provinsi NTT secara daring dari Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Penundaan dilakukan menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Gempa menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda, sehingga pemerintah dan masyarakat setempat saat ini masih fokus pada penanganan darurat dan pemulihan.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas musibah ini. KONAS ditunda sebagai bentuk empati dan solidaritas kami kepada saudara-saudara di NTT yang saat ini lebih membutuhkan perhatian dan bantuan,” ujar Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Saat ini prioritas Asosiasi FKUB Indonesia adalah menggerakkan jajaran FKUB Provinsi NTT dan FKUB Kabupaten/Kota se-NTT untuk membantu korban, menyalurkan bantuan, serta memberikan penguatan psikososial dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat terdampak.
Asosiasi FKUB Indonesia juga mengimbau seluruh pengurus FKUB di daerah untuk bersama-sama mendoakan dan membantu proses pemulihan di NTT.
Untuk jadwal baru pelaksanaan KONAS, pengurus pusat akan mengumumkan kemudian setelah situasi di NTT dinyatakan kondusif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Kerukunan diuji di saat duka. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk semakin menguatkan persaudaraan dan kepedulian antar umat beragama,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Ida Pangelingsir dijadwalkan melakukan kunjungan kerja kemanusiaan ke Provinsi NTT pada 30 Agustus – 2 September 2026.
Dalam kunjungan itu, ia akan bertemu langsung dengan para korban gempa di sejumlah wilayah di NTT. Kunjungan akan didampingi oleh pengurus FKUB Provinsi NTT serta FKUB Kabupaten/Kota se-NTT.
Tujuannya untuk memberikan dukungan moril, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi lintas iman dalam penanganan pasca bencana dan pemulihan masyarakat.
“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian, empati, dan solidaritas kebangsaan. Di tengah ujian bencana, kerukunan adalah kekuatan utama kita untuk bangkit bersama. Dalam duka kita bersatu, dalam kerukunan kita bangkit,” tegas Ida Pangelingsir.
“Gempa boleh mengguncang, tapi tidak dengan semangat persaudaraan. Kami akan hadir menyapa saudara-saudara korban gempa di NTT,” lanjutnya.
Sementara itu pemerintah pusat mempercepat pengiriman ratusan ton logistik untuk korban gempa Magnitudo 7,7 di NTT. Bantuan meliputi makanan, tenda, dan kebutuhan medis.
Distribusi dikoordinasikan BNPB melalui pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Ratusan ton bantuan logistik termasuk paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto dikirim bertahap menggunakan pesawat kargo dan armada TNI AU.
Bantuan disebar ke wilayah terdampak seperti Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, Ende, dan Nagekeo. Kementerian Sosial mendirikan dapur umum, sementara Kementerian PUPR memulihkan akses air bersih.
(moch isnaini/red)