Prihatin Dengan Kekerasan Seksual Dilingkungan Ponpes, DPC PKB Bersama RMI PCNU Klaten Gelar Halaqoh Pesantren

Rolasan.id Klaten. ~ Dalam rangka merespon terhadap isu yang tidak sedap di lingkungan pondok pesantren, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Klaten menggelar Halaqoh Pesantren dengan mengambil tema “Membangun Lingkungan Pesantren Yang Modern, Aman, Bermartabat dan Bebas Dari Kekerasan Seksual”, kegiatan tersebut di laksanakan di gedung pertemuan Kantor DPC PKB Klaten, Ahad (17/5/2026).
Halaqoh Pesantren ini di ikuti oleh pengasuh pondok pesantren, pengurus pondok pesantren, ustadz ustadzah pesantren dan madrasah, Kementrian Agama Kabupaten Klaten, akademisi serta stakeholder yang menaungi pesantren dan madrasah. Setidaknya ada 35 ponpes di Klaten yang diundang.
Menurut keterangan Sekertaris DPC PKB Klaten, Marzuki mengatakan kegiatan ini merupakan Halaqoh Pesantren semacam diskusi antar pengasuh dan pengurus pesantren di wilayah Kabupaten Klaten di aula pertemuan kantor PKB Klaten, hal ini dilakukan karena prihatin dengan adanya berita yang marak di media tentang adanya peristiwa yang menurunkan derajat nama pesantren sehingga mencoreng namanya di mata masyarakat.
“Ada oknum pengasuh atau di freming salah satu orang yang ada di pesantren melakukan tindakan kekerasan seksual, dengan adanya peristiwa tersebut kami merasa prihatin, untuk itu kami gelar acara ini untuk membicarakan permasalahan tindak kekerasan seksual di pesantren,” kata Marzuki
Lebih lanjut Marzuki mengatakan acara ini dilaksanakan bekerjasama dengan Robithoh Mahad Islamiyah (RMI) PCNU Klaten dengan menghadirkan pengasuh maupun pengurus pondok pesantren untuk konsolidasi membicarakan permasalahan tersebut agar ada solusi bersama, pencegahan di antara pesantren di Klaten sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi dan sekaligus mengembalikan citra pesantren menjadi lembaga pendidikan yang nyaman dan aman.
“Dengan adanya kesadaran bersama seluruh stakeholder tentang antisipasi dini dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren sehingga terbangunnya kembali kepercayaan terhadap pesantren dan terbentuk komitmen bersama menciptakan pesantren modern, aman dan transparan,” harapnya

Ditempat yang sama Ketua RMI PCNU Kabupaten Klaten, KH. Muhammad Yusron menegaskan bahwa RMI PCNU mengecam seluruh bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren dan akan melakukan langkah tegas dan preventif serta upaya penanganan jika terjadi lagi kasus serupa.
“Kami akan mengambil langkah yang pertama bagaimana mewujudkan pesantren yang ramah, aman dan bermartabat, kedepan akan bekerjasama dengan stakeholder pemerintah untuk membentuk satgas di masing masing pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Klaten dengan harapan bisa mencegah dan meminimalisir segala bentuk kekerasan terutama kekerasan seksual dilingkungan pesantren,” jelasnya
Kegiatan Halaqah Pesantren ini diakhiri dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama Pesantren Anti Kekerasan Seksual yang diikuti dari unsur pemerintah dan sebanyak 35 pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
(fat)