Berita Terkini

PD IGRA Klaten Gelar HBH, Melalui Program GEMAS Kemenag Upayakan Kesejahteraan Guru RA/BA

Rolasan.id Klaten. ~ Keluarga besar Ikatan Guru Roudhatul Anfal (IGRA) Kabupaten Klaten pada hari Rabu (8/4/2026) menggelar Halal Bihalal, kegiatan yang dilaksanakan di gedung Sunan Pandanaran komplek RSPD Kabupaten Klaten ini berjalan penuh hikmah, hampir seluruh guru RA dan BA yang berada di bawah naungan IGRA menghadiri kegiatan tersebut.

Guna menyemarakkan acara tersebut Pimpinan Daerah IGRA Klaten menghadirkan Dai bertaraf Nasional yakni Ustadzah Dewi Punanamawati untuk memberikan tausiyah.

Menurut keterangan Ketua PD IGRA Kabupaten Klaten, Sri Suryati mengatakan kegiatan Halal Bihalal kali ini mengusung tema “Menguatkan Silahturahmi, Bersinergi Dalam Gerak, Berdampak dan Bermanfaat, sesuai dengan tema tersebut diharapkan anggota IGRA selalu bergerak agar semakin berdaya, memberikan dampak dan bermanfaat bagi masyarakat utamanya di bidang pendidikan.

“Yang hadir mengikuti acara HBH ini terdiri dari guru baik itu guru Roudhatul Anfal (RA) maupun guru Bustanul Athfal (BA) kurang lebih sebanyak 1.430 anggota IGRA Klaten, kegiatan ini sekaligus sebagai sarana menimba ilmu dan pembinaan bagi para guru sebagai bekal dalam menjalankan tugas di sekolah masing masing ” kata Sri Suryati.

Suryati menambahkan dalam mengoptimalkan peran IGRA dalam meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan di Klaten, tentunya stakeholder pemangku kepentingan saling bersinergi, seperti Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, Organisasi Guru dan Ormas Islam contohnya Pimpinan Daerah Aisyiyah, Muslimat NU dan yang lain.

Suryati berharap kedepan para anggota IGRA di Kabupaten Klaten meningkatkan dedikasi, kompetensi dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. “Harapan kami dari IGRA akan senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan sedangkan dari pemerintah baik itu Pemkab maupun Kemenag memikirkan meningkatkan kesejahteraan ribuan guru dari IGRA,” harapnya

Sementara Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten, H. Khumaidin, S.Ag, M.Ag, memberikan apresiasi terhadap IGRA, walaupun mereka dengan gaji yang sangat minim, namun mereka bekerja optimal.

“Mayoritas para guru RA dan BA di Klaten itu masih berstatus wiyata bakti atau bukan PNS dengan gaji yang sangat minim tapi mereka bekerja secara maksimal,” jelas Khumaidin.

Dijelaskan pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama akan memperhatikan kesejahteraan para guru dari IGRA melalui program Gerakan Masyarakat Tersenyum (GEMAS), kedepan melalui gerakan itu dapat memberikan kebahagiaan, berdampak bagi masyarakat termasuk didalamnya kesejahteraan para guru dilingkungan Kemenag Klaten baik dari RA maupun BA dibawah binaan IGRA.

“Salah satu bentuk perhatian Kemenag terhadap guru non ASN yang berada dibawah naungan Kemenag untuk tingkat pendidikan usia dini dengan memberikan insentif meskipun hanya sedikit, kedepan akan ditingkatkan, jika tahun tahun kemarin satu RA satu guru kedepan akan lebih dari itu, khususnya yang belum masuk sertifikasi,” jelasnya
(fat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button