Rolasan.id Klaten. ~ Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke 58 tahun, Dinas Kesehatan Pemkab Klaten menggelar Jambore Kader Kesehatan yang diisi dengan seminar dengan mengambil tema “Peran Kader Kesehatan Dalam Penurunan Stunting”, kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Pemkab Klaten Kamis (12/10/2023)

Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Klaten, Bekti Sayekti, S.Si. T. Bdn. M.kes kepada awak media ditengah tengah berlangsungnya kegiatan.

Dirinya mengatakan dalam rangka memperingati HKN ini dengan menggelar Jambore Kader Kesehatan yang diisi dengan seminar mengambil tema Peran Kader Kesehatan Dalam Penurunan Stunting dan juga penyematan PIN kepada para kader kesehatan berprestasi oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Dijelaskan keberadaan kader posyandu yang ada di Kabupaten Klaten tercatat dari jumlah posyandu 2.289 dengan kondisi posyandu aktif sebanyak 2.251 (98,34%), sementara jumlah kader kesehatan secara keseluruhan sebanyak 12.144 dengan jumlah kader aktif sebanyak 10.915 (89,88%). Kader posyandu sangat berperan dalam penurunan prevalensi stunting, untuk itu kader perlu dibekali dengan kompetensi yang mumpuni terkait pencegahan stunting melalui pemberian makanan sehat berbahan pangan lokal kaya protein hewani untuk balita. Petugas kesehatan juga perlu mendapatkan kompensasi yang sama untuk mendampingi kader dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara itu salah satu pembicara dalam seminar tersebut, Dr. dr. Tan Shot Yen M. Hum ditemui usai acara menjelaskan bahwa kasus stunting merupakan gangguan gizi ktonis yang dialami bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun, sehingga hal tersebut menyebabkan balita mengalami pertumbuhan badan yang tidak sempurna yang ditandai dengan tinggi badan yang kurang dari standar serta akibat lainnya tidak optimalnya tingkat kecerdasan.

Untuk pencegahan stunting tersebut, menurut Tan Shot Yen adalah dengan mengajak wanita yang akan menjadi ibu untuk mempersiapkan dengan baik, baik itu secara fisik maupun phisikis ketika akan menikah, seorang ibu harus membiasakan diri dengan pola makan yang benar dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat serta gizi yang seimbang.

“Agar tidak mengalami kasus stunting pada bayi, bagi para ibu yang telah melahirkan untuk memberikan bayinya asupan ASI eksklusif selama enam bulan, dan selanjutnya diberikan asupan makanan bergizi seimbang, sedangkan ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun, lebih juga boleh,” jelas Tan Shot Yen

Tan Shot Yen berpesan kepada ibu ibu agar anaknya tidak bermasalah dikemudian hari dengan gangguan kesehatan, berikan ASI eksklusif bagaimana caranya karena ASI eksklusif sangat baik bagi pertumbuhan bayi, dan tentu juga harus diimbangi oleh sang ibu harus sehat dengan makanan yang bergizi seimbang selama dirinya mengandung hingga melahirkan.
( fat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *