Rolasan.id Klaten. ~ Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Ranting Klaten Timur bersama dengan Pemerintah Desa Jetis Wetan kecamatan Pedan, menyelenggarakan Pameran dan kontes bonsai lokal dengan tema ” Nyawijining Karyo lan Roso” bertempat di area wisata kuliner “Simpang Lima” desa Jetis Wetan kecamatan Pedan kabupaten Klaten.

Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Klaten Ranting Timur yang meliputi beberapa wilayah kecamatan di sekitaran kecamatan Pedan dengan disupport penuh oleh anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Kadarwati ingin mengembangkan potensi para penggemar tanaman bonsai agar lebih eksis dan melalui kreatifitas seni mengkerdilkan tanaman sehingga memiliki nilai seni dan nilai ekonomi.

Penasehat PPBI Cabang Klaten, Suyata kepada beberapa media menjelaskan, event pameran dan kontes tanaman bonsai lokal yang diselenggarakan oleh PPBI Klaten Ranting Timur ini diikuti oleh para penggemar tanaman bonsai bukan hanya dari wilayah kabupaten Klaten saja, tetapi dari beberapa wilayah seperti Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Boyolali bahkan dari Jepara dan Kudus juga ikut meramaikan

“Hobby tanaman bonsai ini termasuk upaya pelestarian lingkungan hidup dalam bidang tanaman hias sekaligus masuk juga dalam bidang ekonomi kreatif sehingga kita bingung, kita ini mau ” nyantel” kemana. Apakah ke dinas pertanian atau dinas koperasi usaha kecil menengah dan perdagangan,” Kata Suyata Sabtu (7/10/2023)

Sementara anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati menyampaikan, lingkungan hidup kita saat ini sedang menghadapi persoalan yang tragis karena adanya fenomena El Nino yang efeknya terjadi cuaca ekstrim, musim panas berkepanjangan, sehingga upaya pelestarian lingkungan hidup sangat diperlukan, salah satunya dengan gerakan menanam pohon, salah satunya dengan budidaya tanaman bonsai.

“Kesenangan menanam bonsai sebagai salah satu upaya dalam pelestarian lingkungan hidup dengan menanam tanaman hias, selain itu jika dilihat dari sudut seni dan kreatifitas serta nilai ekonomi, budidaya tanaman bonsai memiliki potensi yang dapat berkembang lebih baik lagi,” Ungkap Kadarwati.

Selanjutnya Kadarwati juga menjelaskan, saat ini sudah ada Peraturan Daerah tentang Ekonomi Kreatif dimana Perda tersebut melindungi hak cipta para kreator (ekonomi kreatif) dari tindakan plagiat atau peniruan.

” Karena melihat potensi seni, kreatifitas dan nilai ekonomi dari budi daya tanaman bonsai yang dilakukan oleh teman teman anggota PPBI ini, saya begitu antusias ketika diminta mendukung acara pameran dan kontes tanaman bonsai lokal ini,” Jelas Kadarwati

Pameran dan kontes tanaman bonsai yang diikuti bukan saja hanya dari wilayah Klaten, juga peserta ada yang datang dari Jepara, Kudus ini memunculkan ide kreatif yang dengan kreatifnya itu dapat diihat begitu indah tanaman bonsai yang dipamerkan, dan ini punya nilai jual yang tinggi tentu juga dapat meningkatkan penghasilannya
( fat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *