Rolasan.id Klaten. ~ Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Provinsi Jawa Tengah melakukan road show dalam rangka peningkatan literasi di beberapa stasiun radio baik itu swasta maupun komunitas dengan menggelar dialog interaktif yang mengusung tema peran media dalam menghadapi tahun politik 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia Asyahiddin saat melakukan road show di Radio Botani FM 107.7 MHz Delanggu, Klaten yang didampingi oleh Bidang Kelembagaan KPID Jateng, Yogyo Susaptoyono Selasa (29/8/2023) sore yang juga sebagai narasumber dalam acara tersebut

Menurut keterangan Muhammad Aulia Asyahiddin kepada beberapa awak media, dirinya mengatakan dalam rangka menghadapi pemilu tahun 2024 mendatang, bahwa KPID Jateng melakukan road show dalam rangka meningkatkan literasi dikalangan pengelola media khususnya media penyiaran.

“Untuk menghadapi tahun politik yakni tahun 2024 mendatang, media harus menyaring informasi dengan seksama sebelum di publikasikan ke khalayak umum, jangan sampai media khususnya radio saat menyiarkan jangan menyebarkan atau menyiarkan berita berita bohong ( hoax ),” kata Muhammad Aulia Asyahiddin

Dirinya menambahkan media dalam memberikan informasi kepada publik jangan memberikan informasi yang dapat memecah belah warga masyarakat, media harus mampu menciptakan kondisi masyarakat tetap memelihara rasa persatuan dan kesatuan tentunya tetap terjaga kondusif

Disinggung terkait dengan seorang reporter atau awak media melakukan liputan kegiatan sosialisasi seorang calon anggota legislatif atau presiden, Muhammad Aulia Asyahiddin menjelaskan karena saat ini belum masuk masa kampanye narasinya tidak boleh mengajak atau menyuruh untuk memilih, jika hanya sekedar menyebut nama mau maju sebagai caleg atau presiden itu masih boleh

“Jika sudah masuk masa kampanye, seorang reporter atau awak media melakukan liputan terhadap calon, maka waktu penyiaran ke publik harus di sesuaikan dengan jadwal yang bersangkutan, jika waktu penyiaran tidak sesuai jadwal, maka media dimaksud dapat dikatagorikan melanggar aturan kampanye.” Pungkas Muhammad Aulia Asyahiddin
( fat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *