Lewat Gelar Budaya, Diskominfo Klaten Sosialisikkan Secara Masif Gempur Rokok Ilegal

Rolasan.id Klaten. ~ Guna menekan peredaran rokok tanpa pita cukai atau rokok ilegal, Dinas Komunikasi dan Informasi ( Diskominfo) Kabupaten Klaten akan mensosialisasikan secara masif gempur rokok ilegal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Klaten, Amin Mustofa kepada media ini, dirinya menjelaskan bahwa dalam rangka menekan peredaran rokok tanpa pita cukai akan mensosialisasikan dengan lewat beberapa kegiatan atau acara yang bisa mendatangkan banyak masa, mulai dari pesta rakyat hingga gelar budaya.

“Tugas kami di Diskominfo dalam menekan peredaran rokok tanpa pita cukai hanya melalui sosialisasi kepada warga masyarakat tentang perundang undangan terkait ketentuan cukai, yang jelas sosialisasi ini akan kami lakukan melalui hiburan rakyat seperti gelar budaya atau pesta rakyat,” kata Amin Mustofa Rabu (24/5/2023)

Dijelaskan dipilihnya sosialisasi gempur rokok ilegal lewat gelar budaya atau pesta rakyat bisa lebih efektif, karena dengan kegiatan itu banyak masyarakat yang hadir, selain itu juga bisa nguri nguri budaya, harapannya bagi perokok aktif mereka memahami aturan dalam Undang Undang ( UU ) Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai

Amin menambahkan sosialisasi gempur rokok ilegal akan diselipkan dalam kegiatan atau acara yang sedang berlangsung, adapun narasumber yang dihadirkan yakni dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Surakarta, termasuk Diskominfo sendiri maupun seniman yang sebelumnya di bekali materi tentang sosialisasi gempur rokok ilegal

“Melalui sosialisasi ini diharapkan bagi yang memproduksi rokok tanpa pita cukai di Klaten semakin sedikit bahkan bisa hilang, karena jika memproduksi bahkan ikut memasarkan akan merugikan negara, memang harga lebih murah tapi harus siap menanggung resikonya,” jelasnya

Dengan dukungan terhadap peredaran rokok legal bisa berkontribusi ke masyarakat dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT). Hal ini merupakan dana yang ditransfer dari pemerintah pusat ke daerah penghasil cukai atau tembakau. Nantinya bisa dimanfaatkan di berbagai sektor, seperti di Dinas Kesehatan ( Dinkes) bisa digunakan untuk pembangunan Puskesmas dan juga bisa untuk pengadaan mobil ambulans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Muchtar Budi Wiyono Siap Majukan Dan Sejahterakan Desa Plawikan
Next post STAIT Yogyakarta Akan Gelar Wabinar Digital Marketing, Upaya Kuatkan Tri Dharma Perguruan